Menghubungkan petani kopi Indonesia dari kebun hingga ke gelas Anda
Edukasi lengkap tentang pertanian, perkembangan, pembuahan, dan cara memulai budidaya kopi
Dinas Perhubungan Kopi adalah unit khusus yang didedikasikan untuk mendukung seluruh rantai pasok kopi Indonesia. Kami menghubungkan petani kopi di berbagai daerah (Aceh, Sumatera, Jawa, Bali, hingga Papua) dengan pasar lokal dan internasional.
Selain mengatur transportasi dan logistik kopi, kami juga memberikan edukasi lengkap tentang pertanian kopi agar petani semakin maju dan produksi kopi Indonesia semakin berkualitas tinggi.
Perkebunan kopi hijau di pegunungan Indonesia
Kopi Indonesia tumbuh subur di tanah vulkanik dengan ketinggian 600–2.000 mdpl, curah hujan 1.500–2.500 mm/tahun, dan suhu 15–24°C.
Arabika (rasa lembut) & Robusta (tahan penyakit)
Daerah tropis dengan naungan pohon
Indonesia adalah salah satu produsen kopi terbesar di dunia dengan lebih dari 1,3 juta hektar lahan kopi.
Bibit disemai di persemaian, kemudian dipindah ke polybag selama 6–9 bulan hingga tinggi 40–60 cm.
Tanaman membentuk cabang primer dan sekunder, daun semakin lebat, akar semakin kuat.
Siap berbunga dan berbuah pertama kali. Produktivitas optimal pada umur 5–15 tahun.
Bunga kopi berwarna putih, harum, dan mekar hanya 2–3 hari. Penyerbukan dibantu angin dan lebah.
Satu bunga dapat menghasilkan 1–2 biji kopi setelah proses panen basah atau kering.
Cari lahan dengan ketinggian ideal, tanah gembur, dan drainase baik. Pilih bibit unggul dari Dinas Pertanian setempat (Arabika atau Robusta).
Semai biji selama 4–6 minggu, pindah ke polybag, lalu tanam di lahan dengan jarak 2,5 m × 2,5 m.
Pemupukan NPK, penyiraman, pangkas cabang, dan pengendalian hama secara organik.
Panen cherry merah, proses basah/kering, lalu jual ke Dinas Perhubungan Kopi untuk distribusi.